Rabu, 25 Mei 2011

Ayo Menulis Memoar


Memoar vs Otobiografi
A memoir (from French: m̩moire/ Latin: memoria, meaning memory, or reminiscence), is a literary genre, forming a subclass of autobiography Рalthough the terms 'memoir' and 'autobiography' are almost interchangeable. Memoir is autobiographical writing, but not all autobiographical writing follows the criteria for memoir set out below. The author of a memoir may be referred to as a memoirist. (wiki)

Biasanya, memoar lebih mirip novel. Sementara otobiografi sering meliputi jangka waktu yang lama dan menyediakan banyak detail, memoar lebih kepada peristiwa yang berkaitan dengan tema tertentu. Contoh topik untuk memoir: perjuangan pulih dari gangguan makan, berhadapan dengan pasangan hidup, atau apa rasanya hidup dengan penyakit kronis.

Secara umum, memoar cenderung jauh lebih populer daripada otobiografi. Meskipun memoar adalah peristiwa yang diceritakan dalam cara yang membuatnya tampak seperti sebuah karya fiksi. Hal ini membuat cerita jauh lebih menarik untuk pembaca, bahkan jika penulis adalah seseorang yang belum pernah dikenal sebelumnya.

Tips Singkat Menulis Memoar
Ketika Kita berniat untuk memulai proyek memoar, tips berikut ini akan sangat membantu:
- Tulis dulu, edit belakangan. Memang sangat menggoda untuk selalu merevisi pekerjaan Kita saat kita menulis, namun ini akan membuat kita sangat sulit untuk menyelesaikan memoar. Cobalah untuk mendapatkan draf keseluruhan sebelum Kita membuat editing keseluruhan.
- Tulis dengan sudut pandang orang pertama. Memoar kita adalah tentang hidup kita. Pembaca mengharapkan Kita untuk menceritakan kisah dari sudut pandang kita.
- Ingatlah bahwa orang-orang yang membaca pekerjaan kita tidak ada di sana ketika peristiwa terjadi. Mereka tidak akan mengerti "lelucon" jaman dulu dan Kita mungkin perlu memberikan sedikit cerita-kembali untuk menggambarkan konteks peristiwa tertentu.
- Jangan sertakan rincian yang tidak perlu. Sementara otobiografi sering ditulis sebagai bentuk kronologis kehidupan seseorang, memoar hanya mencakup peristiwa yang berkaitan dengan tema utama buku tsb. Hal ini membantu menjaga alunan cerita dan mencegah pembaca tidak merasa bosan atau kewalahan oleh informasi terlalu banyak.
- Perlu diingat bahwa apa yang kita katakan akan mempengaruhi orang lain, terutama jika memoar kita akhirnya dipublikasikan. Jika ada sesuatu yang sangat kontroversial, kita mungkin perlu mengubah nama seseorang dalam memoar kita. Selama kita menaruh disclaimer di bagian depan buku dan kita menyatakan bahwa beberapa nama dan rincian identifikasi telah berubah, maka ini cukup etis.
- Jika memoar kita memasukkan referensi pop atau peristiwa penting dalam sejarah, periksa kembali fakta-fakta tsb untuk akurasi. Kesalahan, meskipun cukup kecil, merusak kredibilitas kita sbg penulis.

Tips untuk Memulai Tulisan:
- Mulai sedini mungkin dengan membuat daftar apa yang kita akan tulis. Mulai dengan membuat urutan kronologis dari bagian yang berbeda dari kehidupan kita
- Lanjutkan dengan identifikasi semua peristiwa penting dalam hidup kita, mungkin menemukan foto atau kenang-kenangan dari periode tertentu yang perlu disertakan dalam menulis memoar tsb.
- Tentukan apakah kita ingin menulis memoar yang emosional atau memoar dengan sudut pandang masalah-fakta. (Ini waktu pra-menulis, atau draft memoar. Seperti menyusun outline.)

Menemukan Ide untuk Tulisan Memoar?
- Dokumentasikan setiap peristiwa penting dalam hidup kita. Mulai dengan peristiwa-peristiwa penting dalam hidup, seperti kelahiran, kematian, perkawinan, krisis, perjalanan, petualangan dan pengalaman lain yang Kita miliki.
- Lacak teman atau siapapun yang terpenting yang pernah kita temui, ditambah mentor dan guru yang mungkin telah membuat dampak besar pada kehidupan kita.

Struktur Memoar
- Kronologis. Mulai dari kelahiran dan seterusnya ke depan. Ini adalah struktur sederhana dan memiliki keuntungan untuk mudah ditulis sementara hidup kita terus berlangsung.
- Kronologis dg modifikasi. Mulai dari hari ini dengan menjelaskan hidup kita seperti apa, dan kemudian kembali dan menelusuri bagaimana kita sampai ke titik ini. Demikian pula, Kita bisa mulai dari titik tengah atau waktu yang penting dalam hidup Kita, menggambarkan apa yang terjadi saat itu, menceritakan semua yang menuju ke titik itu dan kemudian bergerak maju untuk menjelaskan apa yang terjadi setelahnya.
- Struktur Setting. Identifikasikan semua tempat yang telah memberikan latar bagi tindakan dalam hidup kita, dan paparkan semua dari lokasi ke lokasi. Sebagai contoh, Kita bisa masuk ke setiap ruangan rumah kita dan mengingat sebuah cerita yang terjadi di sana. Atau cerita itu datang ke pikiran kita karena suatu artefak, dokumen, foto atau barang lain di ruangan itu. Bersamaan dengan itu, cerita kita akan terungkap dengan aktor dan peristiwa yang juga mengiringi hidup Kita.
- Struktur Tema. Bagilah hidup kita menjadi beberapa tema utama, seperti roman, kerja, dinas militer, perjalanan, keluarga, hobi, sekolah atau kategori apapun, lalu dalam setiap kategori, ceritakan apa yang terjadi.
- Struktur Foto. Pepatah mengatakan “Every picture tells a story”, dan Kita bisa mengumpulkan setiap cerita hidup Kita satu atau lebih dari hanya melihat foto. Seperti membuat foto jurnalistik, dengan cerita kita menjadi keterangan lebih lanjut.


Hal lainnya yang perlu diperhatikan
- Catat setiap peristiwa-peristiwa sejarah yang berlangsung selama hidup kita, seperti sebuah laporan kemajuan. Lalu renungkan tujuan hidup dan impian kita dan pikirkan bagaimana kita telah mencapainya.
- Renungkan pula peristiwa dahsyat yang tdk enak yang terjadi dalam hidup kita, seperti masalah pertemanan atau sakit, kematian perceraian, pelecehan, keguguran, dan sebagainya.
- Perhatikan setiap pengalaman hidup dan pendidikan kita, seperti kelas, perguruan tinggi dan pekerjaan yang menarik atau tidak biasa.
- Menulis Memoar harus datang dari hati dan jiwa, jadi bersiaplah untuk beberapa pencarian jiwa sepanjang jalan.
Kesulitan Menulis
- Komunitas Penulis. Ketika kita menulis memoar, dan menjumpai kesulitan dalam menulis sehingga jadi stak, mungkin kita perlu istirahat untuk mendapatkan kembali mood. Untuk masalah menulis yang lebih serius, kita mungkin perlu ikut ke dalam kelas penulis di perguruan tinggi setempat atau kursus non-kredit yang dirancang khusus sebagai bengkel memoar. Ada banyak bantuan dapat ditemukan untuk menulis memoar dan secara umum bisa diperoleh dari komunitas seperti FLP.
- Internet merupakan tempat yang bagus untuk mencari bantuan dalam menulis memoar Ada workshop menulis banyak tersedia secara online yang siapapun dengan akses internet gratis yang akan membantu mengajarkan menulis memoar dan memberikan tips dan trik berharga. Dengan pengetahuan, kita dapat meminimalisir ketakutan dan ketidaksabaran,

Contoh Memoar
- Habibie dan Ainun, B.J Habiebie
- Laskar Pelangi dan Tetraloginya, meskipun sudah jadi fiktif tp dapat juga masuk memoar
- Istanbul, Memories and the City adalah memoar karya Orhan Pamuk, seorang penulis Turki yang meraih hadiah Nobel bidang Sastra, 2oo6.
- Cahaya di Kalbuku (Pipiet Senja), 168 Jam dalam Sandera (Meutya Hafid), Menggenggam Dunia, Bukuku Hatiku (Gola Gong), The Other Side of Me (Sidney Sheldon), Jakarta Underkompor: Sebuah Memoar Garing (Arham Kendari), Memoar Hasan Al-Banna untuk Dakwah dan Para Da’inya (Hasan Al-Banna), dan Memoar Pulau Buru (Hersri Setiawan).

Menulis Memoar dapat menjadi hal baik yang menyenangkan dan pengalaman penyembuhan, terutama bagi mereka yang mungkin memiliki tragedi atau trauma di masa lalu mereka. Lebih dari itu, menulis Memoar harus membawa misi perbaikan, menceritakan untuk pelajaran, ini disebut ibadah, apalagi pahala yang akan kita peroleh tidak akan putus, karena ilmu yang bermanfaat dapat menjadi salah satu penolong kita dunia akhirat. Ayo menulis memoar! (berbagai sumber)

4 komentar: